RAPAT KOORDINASI PENURUNAN STUNTING 2019

Rapat

Sambas, 2 Juli 2019 Kegiatan Rakor dilaksanakan di Ruang Aula Bappeda Kabupaten Sambas dengan dihadiri oleh Stakeholder Kabupaten Sambas. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Kabupaten Sambas, dalam pembukaannya beliau menyampaikan "KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN SAMBAS MEMBUTUHKAN  INTERVENSI SERTA PENANGANAN DARI SELURUH SEKTOR TERKAIT". hal ini menunjukkan pentingnya permasalahan stunting untuk ditanggulangi.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak – anak akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek pada usianya. Stunting dapat mengakibatkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Dan hal ini menjadi ancaman bagi masa depan mereka dan masa depan daerahnya.

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi yang dilakukan oleh kementerian kesehatan ri bahwa kondisi stunting balita usia 2 tahun di kabupaten sambas yaitu:

34,1% ditahun 2015 berada di peringkat 11 se-kalbar;

38,5% ditahun 2016 berada di peringkat 13 se- kalbar dan

28,2% ditahun 2017 berada di peringkat 8 se-kalbar.

Walaupun telah menunjukkan penurunan dan pergeseran status dari kategori kuning menjadi biru, tetapi tetap harus dilakukan berbagai upaya agar status tersebut menjadi hijau.

Hal ini untuk mewujudkan 

Cita – cita besar kabupaten sambas yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka panjang (rpjp) adalah menjadikan kabupaten sambas terunggul di kalimantan barat tahun 2025. Kemudian ini menjadi tanggungjawab kita bersama dan dibutuhkan kerja keras dalam menjawab berbagai tantangan yang ada.

Berita Terkait

Tidak ada Komentar

Tulis Komentar

Identitas Anda sangat diperlukan, Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

Statistik : Jum'at, 22 November 2019

Sedang Akses : 2 Pengunjung
Hari Ini : 27
Bulan ini : 1929
Tahun ini : 20862
Hit hari ini : 97
Total Hit : 2943456

Back to Top